Tiga ratus tahun lamanya bangsa kita yang tercintah ini di jajah oleh
negara penjajah. Mereka merampas harkat, martabat, harta, kemerdekaan,
kebebasan dan semua potensi yang ada di Indonesia. Mereka menyedot semua
mata air bangsa ini hingga kering dan tak berair. Setengan abad lebih
penjajah telah pergi mengankatkan kaki dari negeri kita. Namun, ternyata
dalam pendidikan praktek penjajahan kerap kali terjadi pada anak didik.
Berulang kali guru merampas kebebasan siswa untuk berkreasi, berfikir
jernih, bermain, mengembangkan prestasi dan kreasi diri dan mengerutkan
nyali siswa untuk tampil memompa kemampuan dirinya.
Saya
ingin mengajak Anda menghentikan penjajahan anak didik kita ini secara
nyata dengan melakukan langkah-langkah konkrit dalam pembelajaran dan
proses berinteraksi dengan siswa. Hentikan perlakuan atas anak didik
sebagai orang dewasa kecil yang dijejali dengan bahan pembelajaran semau
orang dewasa. Selami dunia anak dan belajar menjadi diri seorang anak
dan tentukan materi, metode, pendekatan, suasana, dan penilaian menurut
porsi anak didik. Bukan mengukur kemampuan anak dengan standar orang
dewasa.
Lalu bagaimana praktik-praktik penindasan yang dilakukan guru dalam
pembelajaran atau saat proses transfel ilmu kepada anak didik? see more..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar